BANDUNG — Majelis Dakwah Pengurus Wilayah Al Jam’iyatul Washliyah Jawa Barat menyampaikan rasa syukur dan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Dr. H. Masyhuril Khamis, S.H., M.M. sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah periode 2026–2031. Terpilihnya Masyhuril untuk periode kedua dinilai menjadi bentuk kepercayaan kader terhadap kepemimpinan, pengabdian, dan kontribusinya dalam memperluas gerakan dakwah serta memperkuat organisasi.
Masyhuril Khamis kembali memperoleh amanah dalam rangkaian Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah yang berlangsung pada 7–10 Juli 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Muktamar organisasi Islam yang berdiri sejak 1930 tersebut secara resmi dibuka Ketua MPR RI Ahmad Muzani pada Selasa, 7 Juli 2026.
Ketua Panitia Penyelenggara Muktamar XXIII Al Washliyah, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, menjelaskan bahwa muktamar lima tahunan itu dirancang bukan sekadar sebagai agenda seremonial dan pergantian kepemimpinan. Forum tertinggi organisasi tersebut diarahkan menjadi ruang konsolidasi ideologis, kelembagaan, dan program kerja Al Washliyah untuk lima tahun mendatang.
Menurut Ahmad Doli, Al Washliyah perlu merumuskan program yang adaptif terhadap perubahan zaman, terutama dalam menghadapi disrupsi digital, perkembangan teknologi, serta kebutuhan untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat. “Kami berharap Muktamar XXIII ini tidak hanya menjadi ajang suksesi kepemimpinan, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi total untuk melahirkan rekomendasi konkret bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia beruntung memiliki organisasi keagamaan seperti Al Washliyah. Keberadaan para kader, pendakwah, dan guru Al Washliyah hingga ke perkampungan serta daerah terpencil dinilai telah membantu mencerdaskan masyarakat dan menumbuhkan optimisme di tengah keterbatasan ekonomi.
Muzani menilai Al Washliyah telah menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga moral masyarakat sekaligus memperkuat persatuan nasional. “Coba bayangkan, kalau tidak ada organisasi keagamaan seperti Al Washliyah ini, betapa beratnya beban negara untuk mencerdaskan anak-anak bangsa,” katanya. Ia juga berharap muktamar dapat menghasilkan gagasan besar untuk menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Muktamar XXIII diikuti sekitar 1.000 peserta yang berasal dari 38 pengurus wilayah di seluruh Indonesia, tujuh organisasi bagian, 198 pengurus daerah, pimpinan perguruan tinggi, serta perwakilan Al Washliyah dari luar negeri. Sebagian peserta menempuh perjalanan panjang menggunakan kapal laut, bus, pesawat, bahkan kendaraan sederhana agar dapat mengikuti forum tersebut.
Menjelang pemilihan ketua umum, dukungan agar Masyhuril Khamis melanjutkan kepemimpinannya datang dari berbagai daerah. Ketua Al Washliyah Papua Pegunungan Ismail Wasso menyatakan kepemimpinan Masyhuril telah mendorong terbentuknya kepengurusan Al Washliyah di seluruh provinsi, termasuk wilayah Papua dan Indonesia Timur. “Kami mengharapkan Ketua Umum yang sekarang, Dr. H. Masyhuril Khamis, S.H., M.M., terpilih kembali,” ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan perwakilan Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, serta Pengurus Daerah Al Washliyah Kabupaten Langkat. Mereka menilai Masyhuril memiliki dedikasi, komitmen organisasi, dan kemampuan membangun komunikasi dengan kader dari berbagai daerah. Ketua PD Al Washliyah Kabupaten Langkat, Ustaz Syafrizal, menegaskan, “Bismillah, kami mendukung Abangda KH. Masyhuril Khamis kembali menjadi Ketua Umum PB Al Washliyah periode 2026–2031.”
Salah satu capaian yang banyak memperoleh apresiasi adalah perluasan kepengurusan Al Washliyah dari 21 provinsi pada awal periode kepemimpinan 2021–2026 menjadi 38 provinsi. Selain konsolidasi organisasi, kepemimpinan Masyhuril juga dikaitkan dengan pengembangan dakwah, pembangunan dan renovasi masjid, penguatan pendidikan, kaderisasi, lembaga zakat, wakaf, ekonomi organisasi, serta pengembangan perguruan tinggi Al Washliyah.
Majelis Dakwah PW Al Washliyah Jawa Barat memandang terpilihnya kembali Masyhuril sebagai kesempatan untuk melanjutkan program yang telah dirintis sekaligus memperbaiki kekurangan pada periode sebelumnya. Periode kedua diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pengurus Besar, pengurus wilayah, pengurus daerah, organisasi bagian, lembaga pendidikan, dan seluruh unsur dakwah Al
Ketua Majelis Dakwah Pengurus Wilayah Al Washliyah Jawa Barat, Dr. H. Uwes Fatoni, M.Ag., menyambut gembira terpilihnya kembali Masyhuril Khamis sebagai Ketua Umum PB Al Washliyah periode 2026–2031.
“Saya sangat bergembira atas terpilihnya beliau pada periode kedua. Kiprah beliau pada periode pertama sangat terasa memberikan manfaat bagi jam’iyah. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk memimpin Al Washliyah sehingga Al Washliyah maju zaman berzaman,” ujar Uwes Fatoni.









